Skip to main content

Posts

Cublak-cublak suweng

Lagu dolanan anak-anak di Jawa, karya Sunan Giri (1442M) ini berisi syair ‘sanepo’ (simbol) yang sarat makna, tentang nilai-nilai keutamaan hidup manusia.
Cublak-cublak suweng, Cublak Suweng artinya tempat Suweng. Suweng adalah anting perhiasan wanita Jawa. Cublak-cublak suweng, artinya ada tempat harta berharga, yaitu Suweng (Suwung, Sepi, Sejati) atau Harta Sejati.
Suwenge teng gelenter, Suwenge Teng Gelenter, artinya suweng berserakan. Harta Sejati itu berupa kebahagiaan sejati sebenarnya sudah ada berserakan di sekitar manusia.
Mambu ketundhung gudel, Mambu (baunya) Ketundhung (dituju) Gudel (anak Kerbau). Maknanya, banyak orang berusaha mencari harta sejati itu. Bahkan orang-orang bodoh (diibaratkan Gudel) mencari harta itu dengan penuh nafsu ego, korupsi dan keserakahan, tujuannya untuk menemukan kebahagiaan sejati.
Pak empo lera-lere, Pak empo (bapak ompong) Lera-lere (menengok kanan kiri). Orang-orang bodoh itu mirip orang tua ompong yang kebingungan. Meskipun hartanya melimpah, ternya…
Recent posts

Pencuri Yang Belajar

"Pencuri Yang Belajar" Alkisah, ada pencuri masuk kerumah seorang guru yang bijak. Pencuri menghunus pisau dan mengancam sang guru seraya berkata, "Uang atau nyawa!!?"
Tanpa merasa terganggu, sang guru menunjukkan tempat harta bendanya disimpan, "Uang ada di laci, tetapi sisakan sedikit untuk membeli makanan." Selesai mengemasi barang curiannya, pencuri pun bermaksud pergi dari tempat itu. Namun sang guru mengingatkan sesuatu dengan berkata pada pencuri itu : "Setelah menerima sesuatu engkau mesti bilang terima kasih." "Terimakasih!", kata pencuri itu sambil berlalu.
Pada akhirnya pencuri itu tertangkap, dan dibawa oleh petugas ke tempat sang guru sambil bertanya, "Benarkah ia mencuri uang Anda ? Tanpa rasa marah dan benci terhadap pencuri itu, sang guru berkata, "Ia tidak mencuri uangku. Saya memberikannya dan ia juga mengucapkan terima kasih." Ucapan ini membuat pencuri itu merasa terharu dan berhutang budi. Tetapi pencuri…

Sluku-sluku Bathok (Sunan Kalijaga)

Sluku-sluku Bathok (Sunan Kalijaga) *Sluku-sluku bathok // Bathoke ela-elo // Si Rama menyang Solo // Oleh-olehe payung mutho // Pak jenthit lolo lo bah // Wong mati ora obah // Yen obah medeni bocah // Yen urip golekko dhuwit "Sluku-sluku bathok" Kalimat ini mempunyai beberapa penafsiran, ada yang mengatakan kalau kalimat ini berasal dari bahasa arab "Ghuslu-ghuslu bathnaka", yang artinya mandikanlah batinmu. Riwayat lain mengatakan dari kata “Usluk fa usluka bathnaka, bathnaka ila Allah” (masuk masuklah bathinmu , bathinmu kepada Tuhan). Maksudnya, kita harus membersihkan batin dulu sebelum membersihkan badan atau raga. Sebab lebih mudah membersihkan badan dibandingkan membersihkan batin atau jiwa. "Bathoke ela-elo" Sluku-sluku bathoke tadi dengan cara bagaimana? Yaitu dengan cara ela-elo. Yakni dengan cara "Batinmu (melantunkan): laa ilaaha illallaah", maksudnya, hati kita harus senantiasa berdzikir kepada Allah, diwaktu senang apalagi susah…

Belajar ikhlas dari Si Samin

Belajar ikhlas dari Si Samin Parjo : Kamu memberi uang kepada Joyo?
Samin : Iya.
Parjo : Kamu ditipu, Joyo itu kaya.
Samin : Menipu itu bukan urusanku. Itu urusan Joyo dengan Tuhannya. Parjo : Lho sandalmu mana Mas, kok nggak pakai alas kaki?
Samin : Hilang.
Parjo : Tidak kamu cari siapa yang mencuri?
Samin : Tidak, aku dahulu lahir juga tidak pakai sandal. Parjo : Mas, kamu digosipin oleh Joyo.
Samin : Biar saja.
Parjo : Kamu tidak marah?
Samin : Lha sekarang kamu menggosipkan Joyo, Joyonya tidak marah. Parjo : Mas, ayammu dimakan anjingnya Joyo.
Samin : Ya, biarlah.
Parjo : Kok kamu biasa saja, tidak minta ganti?
Samin : Saya malah terkejut kalau ayam saya yang makan anjingnya Joyo. Parjo : Mas, sudah makan?
Samin : Belum.
Parjo : Kemarilah, saya kasih uang.
Samin : Tidak mau, saya tidak doyan uang. Makan saja sendiri kalau kamu doyan uang. Parjo : Mas, tanamanmu rusak dimakan kambingnya Joyo.
Samin : Biar. Untung doyannya tanaman, kalau kambingnya Joyo doyan papan, rumahku
yang dimakan. Parjo : Ma…

MUNCULNYA WAHYU KEPRABON TANAH JAWA

MUNCULNYA WAHYU KEPRABON TANAH JAWA Apabila gunung Agung bali Meletus memiliki arti munculnya wahyu Suryo Mojopahit kembali ke tanah jowo. Wahyu pamor tanah jawa yg tlah lama bersemayam di titipkan di Gunung Agung Bali oleh Sang Trah Mojopahit,tanah Jawa kini tlah kembali ke tanaah asal pertanda akan di mulai jaman baru. Wahyu keprabon akan turun ke masyarakat jelata yg gemar akan lelaku lelono laladan sepi mendekatkan diri kepada alam yg terdiri dari beberapa komponen bumi, Api, air dan udara menjadi satu kesatuan utuh Dzat tak kasat mata yg berbentuk cahaya, partikel-partikel ini bisa di serap oleh.manusia yg lelaku.topo broto talak broto sepi howo. Nusantara kita akan mengalami babak baru piwulang becik ketitik olo ketoro ibarat orang pinjam harus memgembalikan, hutang budi ngembalikan budi, hutang wirang nyaur wirang, hutang nyowo nyaur nyowo dll semua sudah takdire Gusti kang murbeng Dumadi yo iku Gusti ALLOH SWT, tak satu orang pun bisa mencegahnya karena semua itu kehendak Sang…

SEDULUR PAPAT KELIMA PANCER

Dalam adat dan ajaran asli kejawen dikenal istilah 'SEDULUR PAPAT KELIMA PANCER' artinya Empat Saudara dan Yang Kelima PANCER di Tengah, pancernya itu adalah badan jasmani diri kita sendiri, ada juga yang mengatakan sedulur papat mereka adalah kiblat papat lima ditengah (empat jurusan yang kelima di tengah). Awal mula kehidupan manusia didunia ini diawali dari saat-saat kita masih berada di janin dan menjelang kelahiran ke dunia. Sebelum sang bayi (pancer) lahir dari rahim ibu, setiap manusia mempunyai empat saudara ketika masih berupa janin mereka selalu menjaga pertumbuhan manusia yang masih didalam kandungan Ibu. Adapun yang disebut sedulur papat adalah Air kawah (ketuban), Ari-ari (plasenta), Getih (darah) dan puser (tali plasenta) Mereka yang disebut sedulur papat. 1-KAKANG KAWAH: saudara tua kawah, dia keluar dari gua garba ibu sebelum kamu, tempatnya di timur warnanya putih.
2-ADI ARI-ARI: adik ari-ari, dia keluar dari gua garba ibu setelah kamu, tempatnya di barat warn…

Hikmah dari sebuah Koin Penyok

Seorang lelaki berjalan tak tentu arah dengan rasa putus asa.  Kondisi keuangan morat-marit.  Saat menyusuri jalanan sepi, kakinya terantuk sesuatu.
Ia membungkuk dan menggerutu kecewa.
"Uh, hanya sebuah koin kuno yang sudah penyok".
Meskipun begitu ia membawa koin itu ke bank.
"Sebaiknya koin ini dibawa ke kolektor uang kuno",kata teller itu memberi saran.Lelaki itu membawa koinnya ke kolektor. Beruntung sekali, koinnya dihargai Rp.500 ribu.
Lelaki itu begitu senang.
Saat lewat toko perkakas, dilihatnya beberapa lembar kayu obral. Dia pun membeli kayu seharga Rp. 500 ribu untuk membuat rak buat istrinya.Dia memanggul kayu tersebut dan beranjak pulang.Di tengah perjalanan dia melewati tempat pengerajin mebel.Mata pemilik bengkel mebel sudah terlatih melihat kayu bermutu yang dipanggul lelaki itu.Dia menawarkan lemari Rp. 2 juta untuk menukar kayu itu.Setelah setuju, dia meminjam gerobak untuk membawa pulang lemari itu.Dalam perjalanan lelaki tersebut melewati perumahan.…