Skip to main content

Posts

TIGA SUNNAH BAGI SEORANG MUSLIM

Sayyidina ‘Ali bin Abi Thalib r.a. pernah berkata:
مَنْ لَمْ يَكُنْ عِنْدَهُ سُنَّةُ اللهِ وَسُنَّةُ رَسُوْلِهِ وَسُنَّةُ أَوْلِيَائِهِ فَلَيْسَ فِيْ يَدِهِ شَيْئٌ
“Bagi siapa yang tidak memiliki: 1) Sunnatullah 2) Sunnah Rasul-Nya; dan 3) Sunnah para wali-Nya,
Maka dia tidak punya kebaikan sedikit pun.” Ketika ‘Sayyidina Ali ditanya apa yang dimaksud dengan sunnatullah itu, naka beliau menjawab: “Menyembunyikan rahasia, “ Sayyidina Ali r.a. ditanya lagi: “Apa yang dimaksud dengan sunnah Rasul-Nya? Beliau menjawab: “Bersikap ramah kepada sesame manusia.” ‘
Sayyidina Ali r.a ditanya lagi: “Apa yang dimaksud dengan sunnah para wali itu? Beliau menjawab: “Sabar dalam menghadapi perlakuan yang menyakitkan hati.” Sayyidina ‘Ali r.a juga berkata:
وَ كَانُوْا مَنْ قَبْلَنَا يَتَوَاصَوْنَ بِثَلَاثِ خِصَالٍ وَيَتَكَاتَبُوْنَ بِهَا مَنْ عَمِلَ لَآخَرِتِهِ كَفَاهُ اللهُ أَمْرَ دِيْنِهِ وَدُنْيَاهُ وَمَنْ أَحْسَنَ سَرِيْرَتَهُ أَحْسَنَ اللهُ عَلَانِيَّتَهُ وَمَنْ أَصْلَحَ مَابَيْنَهُ وَبَيْنَ ال…
Recent posts

*HIKMAH TERONG BUSUK*

Alkisah ada dua kakak beradik anak seorang tukang kebun yg mempunyai karakter berbeda, mereka diberi pilihan oleh ayahnya.
Sang Ayah menyuguhkan dua buah terong kepada kedua anaknya. Satu terong muda dan segar, sedang yg satu lagi terong tua dan busuk.
Sang Kakak langsung buru-buru mengambil terong muda dan segar lalu menyantapnya hingga habis.
Sementara adiknya tak bisa memilih lagi, ia harus menerima terong tua dan busuk. Sang Adik mencoba merenungi keadaan ini. Ia selalu berpikir positif sambil berkata dalam hati; "ini pasti ada hikmahnya." Dipungutnya terong busuk itu dan ia pisahkan semua biji2nya lalu ia menanamnya.
Akhirnya biji2 terong itu tumbuh subur dan berbuah lebat hingga Sang Adik memiliki kebun terong yg luas. Sementara itu, si Kakak tidak memiliki apa-apa, bahkan kehidupannya kini ditanggung oleh adiknya. ********
Pesan Moral : Umumnya manusia itu senang kalo menerima sesuatu yg baik, perlakuan yg baik, pujian, sanjungan serta segala hal yg baik2 dan benci pada hal y…

Janganlah menganggap dirimu lebih suci dari yang lain

Siapa yang tidak kenal Abu Yazid Al-Bisthami, termasuk pemimpin kaum sufi dan wali. Namun siapa sangka beliau pernah mendapat ilmu yang sangat berharga dari seekor anjing. Seperti biasa, Abu Yazid suka berjalan sendiri di malam hari. Lalu ia melihat seekor anjing berjalan ke arahnya, anjingnya cuek aja jalan tdk menghiraukan sang Syech, namun ketika sdh lewat hampir dekat, Al-Bisthami mengangkat gamisnya kuatir tersentuh anjing yg najis itu. Spontan anjing itu berhenti dan memandangnya. Ntah bagaimana Abu Yazid spt mendengar anjing itu berkata padanya, "Tubuhku kering tdk akan menyebabkan najis padamu, kalau pun engkau merasa terkena najis, engkau tinggal basuh 7x dgn air & tanah, maka najis di tubuhmu itu akan hilang. Namun jika engkau mengangkat gamismu krn menganggap dirimu yg berbaju berbadan manusia lebih mulia, dan menganggap diriku yg berbadan anjing ini najis dan hina, maka najis yang menempel di hatimu itu tidak akan bersih walau kau basuh dengan 7 samudra". Ab…

ILMU SYAHADAH - TINGKATAN ILMU TERTINGGI ANUGERAH ALLAH

Ilmu syahadah adalah suatu ilmu yang paling tinggi didalam tingkatan pelajaran ilmu Allah yang dapat dikuasai oleh manusia. Ia merupakan martabat ilmu yang tertinggi. Ilmu ini adalah suatu ilmu makrifat dan syahadah secara sebenar-benar kepada Allah swt. Ilmu ini, Allah sendiri akan mengajar manusia mengenai diriNya. Dengan lain bisa dikatakan juga bahwa ilmu syahadah adalah ilmu untuk menyatakan diri Allah itu sendiri. Hanya orang-orang yang mencapai martabat ilmu ghaib yang paling tinggi saja yang dapat menguasai ilmu syahadah ini. Sedangkan Ilmu Ghaib dan Ilmu Syahadah tidak mungkin bisa dikuasai oleh orang-orang yang non muslim, ilmu ini hanya boleh dikuasai oleh orang Islam tapi mengapa orang Islam di zaman ini ketinggalan sekali disemua bidang ? pastilah ada penyebabnya………….!!!!! Hal ini tidak terlepas dari beberapa faktor penyebab kelemahan umat Islam di zaman ini untuk menguasai Ilmu Allah yang tinggi ini antara lain : 1. Jatuhnya beberapa kerajaan Islam termasyur di dunia mi…

SYAHADAT ORANG JAWA

Ketika Islam merasuk ke tanah Jawa secara massif pasca-kehancuran Majapahit, ada suatu proses penyesuaian ajaran untuk bisa diterima masyarakat Jawa yang sudah memiliki agama sendiri: ajaran Jawa Kuno dan Siwa Sogata. Dua ajaran tersebut meyakini bahwa segala sesuatu berada di dalam diri manusia, termasuk Allah dan Rasul Muhammad. Bagi orang Jawa, Allah adalah Sang Aku, Urip (Hidup), sesuatu yang susah dijelaskan di dalam diri manusia, yang “tan kena kinaya ngapa” (laysa kamitslihi syai’a). Aku dan Urip sejatinya sama, sehingga ajaran Kejawen membuat pernyataannya yang terkenal terkait itu: Aku Iki Urip (Aku Ini Hidup). Oleh orang Jawa, Rasul Muhammad dipahami sebagai Atma/Ruh. Atma/Ruh inilah rasul/utusan yang sebenarnya dari Allah/Aku/Urip. Atma/Ruh inilah yang membuat makhluk bisa tampak memiliki kehidupan dan beraktivitas. Oleh karenanya Atma/Ruh disebut Kang Nggawe Urip (yang membuat makhluk bisa beraktivitas). Bagi orang Jawa, Allah dan Rasul Muhammad tak bisa dipisahkan dan sej…

MAHADAYA CINTA DARI SYEKH ABDUL QADIR

Syekh Abdul Qador Al-Jailani mengatakan: “Betapa banyak Mukmin yang mengatakan, ‘Si Fulan didekatkan, aku dijauhkan. Si Fulan diberi, sedangkan aku tidak. Si Fulan diberi pujian, sedangkan aku dicela. Si Fulan dibenarkan, sedangkan aku didustakan.”
Tidakkah engkau mengetahui sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah satu. Sesungguhnya Dzat yang Satu itu mutlak bersifat Tunggal dan Esa dalam satu mahabbah-Nya, serta mencintai keesaan dalam Mencintai (mahabbah).
Apabila engkau diberi kedekatan melalui jalan orang lain, akan berkuranglah kecintaanmu kepada-Nya, dan engkau akan terpecah hatinya. Kadang-kadang dalam dirimu terdapat kecenderungan terhadap seseorang yang dalam genggamannya terdapat hubungan dan nikmat. Maka, akan semakin berkuranglah rasa cintamu kepada Allah Subhanahu wa Taala.
Dan, Allah adalah Dzat Yang Maha Pencemburu. Dia tak mau diduakan (disekutui). Maka, Allah akan mencegah dan menghalangi setiap orang selainmu untuk mempunyai hubungan denganmu, mencegah lisanmu, men…

EMPAT TINGKATAN MANUSIA

Syekh Abdul Qadir Al-Jailani qaddasallahu sirrahu mengatakan: "Terdapat empat jenis manusia: Pertama, manusia yang tak berlidah dan tak berhati. Mereka adalah manusia biasa, bodoh, dan hina. Mereka ini tak pernah ingat kepada Allah. Tak ada kebaikan dalam diri mereka. Mereka ini bagai sekam yang tak berbobot jika Allah tak mengasihi mereka, membimbing hati mereka kepada keimanan pada-Nya.
Karena itu, waspadalah jangan menjadi seperti mereka. Ini adalah manusia-manusia sengsara dan dimurkai oleh Allah. Mereka adalah penghuni neraka. Mari berlindung kepada Allah dari mereka.
Hiasilah dirimu dengan makrifat. Jadilah guru kebenaran, pembimbing ke jalan agama, menjadi pemimpin dan penyeru agama. Ingatlah, kau harus mengajak mereka taat kepada Allah dan memperingatkan mereka akan dosa.
Kedua, manusia berlidah, tapi tak berhati. Mereka berkata bijak, tapi tak berbuat bijak. Mereka menyeru orang kepada Allah SWT, tapi mereka sendiri menjauh dari-Nya. Mereka jijik terhadap noda orang lai…