Skip to main content

Posts

Showing posts from 2017

Pencuri Yang Belajar

"Pencuri Yang Belajar" Alkisah, ada pencuri masuk kerumah seorang guru yang bijak. Pencuri menghunus pisau dan mengancam sang guru seraya berkata, "Uang atau nyawa!!?"
Tanpa merasa terganggu, sang guru menunjukkan tempat harta bendanya disimpan, "Uang ada di laci, tetapi sisakan sedikit untuk membeli makanan." Selesai mengemasi barang curiannya, pencuri pun bermaksud pergi dari tempat itu. Namun sang guru mengingatkan sesuatu dengan berkata pada pencuri itu : "Setelah menerima sesuatu engkau mesti bilang terima kasih." "Terimakasih!", kata pencuri itu sambil berlalu.
Pada akhirnya pencuri itu tertangkap, dan dibawa oleh petugas ke tempat sang guru sambil bertanya, "Benarkah ia mencuri uang Anda ? Tanpa rasa marah dan benci terhadap pencuri itu, sang guru berkata, "Ia tidak mencuri uangku. Saya memberikannya dan ia juga mengucapkan terima kasih." Ucapan ini membuat pencuri itu merasa terharu dan berhutang budi. Tetapi pencuri…

Sluku-sluku Bathok (Sunan Kalijaga)

Sluku-sluku Bathok (Sunan Kalijaga) *Sluku-sluku bathok // Bathoke ela-elo // Si Rama menyang Solo // Oleh-olehe payung mutho // Pak jenthit lolo lo bah // Wong mati ora obah // Yen obah medeni bocah // Yen urip golekko dhuwit "Sluku-sluku bathok" Kalimat ini mempunyai beberapa penafsiran, ada yang mengatakan kalau kalimat ini berasal dari bahasa arab "Ghuslu-ghuslu bathnaka", yang artinya mandikanlah batinmu. Riwayat lain mengatakan dari kata “Usluk fa usluka bathnaka, bathnaka ila Allah” (masuk masuklah bathinmu , bathinmu kepada Tuhan). Maksudnya, kita harus membersihkan batin dulu sebelum membersihkan badan atau raga. Sebab lebih mudah membersihkan badan dibandingkan membersihkan batin atau jiwa. "Bathoke ela-elo" Sluku-sluku bathoke tadi dengan cara bagaimana? Yaitu dengan cara ela-elo. Yakni dengan cara "Batinmu (melantunkan): laa ilaaha illallaah", maksudnya, hati kita harus senantiasa berdzikir kepada Allah, diwaktu senang apalagi susah…

Belajar ikhlas dari Si Samin

Belajar ikhlas dari Si Samin Parjo : Kamu memberi uang kepada Joyo?
Samin : Iya.
Parjo : Kamu ditipu, Joyo itu kaya.
Samin : Menipu itu bukan urusanku. Itu urusan Joyo dengan Tuhannya. Parjo : Lho sandalmu mana Mas, kok nggak pakai alas kaki?
Samin : Hilang.
Parjo : Tidak kamu cari siapa yang mencuri?
Samin : Tidak, aku dahulu lahir juga tidak pakai sandal. Parjo : Mas, kamu digosipin oleh Joyo.
Samin : Biar saja.
Parjo : Kamu tidak marah?
Samin : Lha sekarang kamu menggosipkan Joyo, Joyonya tidak marah. Parjo : Mas, ayammu dimakan anjingnya Joyo.
Samin : Ya, biarlah.
Parjo : Kok kamu biasa saja, tidak minta ganti?
Samin : Saya malah terkejut kalau ayam saya yang makan anjingnya Joyo. Parjo : Mas, sudah makan?
Samin : Belum.
Parjo : Kemarilah, saya kasih uang.
Samin : Tidak mau, saya tidak doyan uang. Makan saja sendiri kalau kamu doyan uang. Parjo : Mas, tanamanmu rusak dimakan kambingnya Joyo.
Samin : Biar. Untung doyannya tanaman, kalau kambingnya Joyo doyan papan, rumahku
yang dimakan. Parjo : Ma…

MUNCULNYA WAHYU KEPRABON TANAH JAWA

MUNCULNYA WAHYU KEPRABON TANAH JAWA Apabila gunung Agung bali Meletus memiliki arti munculnya wahyu Suryo Mojopahit kembali ke tanah jowo. Wahyu pamor tanah jawa yg tlah lama bersemayam di titipkan di Gunung Agung Bali oleh Sang Trah Mojopahit,tanah Jawa kini tlah kembali ke tanaah asal pertanda akan di mulai jaman baru. Wahyu keprabon akan turun ke masyarakat jelata yg gemar akan lelaku lelono laladan sepi mendekatkan diri kepada alam yg terdiri dari beberapa komponen bumi, Api, air dan udara menjadi satu kesatuan utuh Dzat tak kasat mata yg berbentuk cahaya, partikel-partikel ini bisa di serap oleh.manusia yg lelaku.topo broto talak broto sepi howo. Nusantara kita akan mengalami babak baru piwulang becik ketitik olo ketoro ibarat orang pinjam harus memgembalikan, hutang budi ngembalikan budi, hutang wirang nyaur wirang, hutang nyowo nyaur nyowo dll semua sudah takdire Gusti kang murbeng Dumadi yo iku Gusti ALLOH SWT, tak satu orang pun bisa mencegahnya karena semua itu kehendak Sang…

SEDULUR PAPAT KELIMA PANCER

Dalam adat dan ajaran asli kejawen dikenal istilah 'SEDULUR PAPAT KELIMA PANCER' artinya Empat Saudara dan Yang Kelima PANCER di Tengah, pancernya itu adalah badan jasmani diri kita sendiri, ada juga yang mengatakan sedulur papat mereka adalah kiblat papat lima ditengah (empat jurusan yang kelima di tengah). Awal mula kehidupan manusia didunia ini diawali dari saat-saat kita masih berada di janin dan menjelang kelahiran ke dunia. Sebelum sang bayi (pancer) lahir dari rahim ibu, setiap manusia mempunyai empat saudara ketika masih berupa janin mereka selalu menjaga pertumbuhan manusia yang masih didalam kandungan Ibu. Adapun yang disebut sedulur papat adalah Air kawah (ketuban), Ari-ari (plasenta), Getih (darah) dan puser (tali plasenta) Mereka yang disebut sedulur papat. 1-KAKANG KAWAH: saudara tua kawah, dia keluar dari gua garba ibu sebelum kamu, tempatnya di timur warnanya putih.
2-ADI ARI-ARI: adik ari-ari, dia keluar dari gua garba ibu setelah kamu, tempatnya di barat warn…

Hikmah dari sebuah Koin Penyok

Seorang lelaki berjalan tak tentu arah dengan rasa putus asa.  Kondisi keuangan morat-marit.  Saat menyusuri jalanan sepi, kakinya terantuk sesuatu.
Ia membungkuk dan menggerutu kecewa.
"Uh, hanya sebuah koin kuno yang sudah penyok".
Meskipun begitu ia membawa koin itu ke bank.
"Sebaiknya koin ini dibawa ke kolektor uang kuno",kata teller itu memberi saran.Lelaki itu membawa koinnya ke kolektor. Beruntung sekali, koinnya dihargai Rp.500 ribu.
Lelaki itu begitu senang.
Saat lewat toko perkakas, dilihatnya beberapa lembar kayu obral. Dia pun membeli kayu seharga Rp. 500 ribu untuk membuat rak buat istrinya.Dia memanggul kayu tersebut dan beranjak pulang.Di tengah perjalanan dia melewati tempat pengerajin mebel.Mata pemilik bengkel mebel sudah terlatih melihat kayu bermutu yang dipanggul lelaki itu.Dia menawarkan lemari Rp. 2 juta untuk menukar kayu itu.Setelah setuju, dia meminjam gerobak untuk membawa pulang lemari itu.Dalam perjalanan lelaki tersebut melewati perumahan.…

TIGA SUNNAH BAGI SEORANG MUSLIM

Sayyidina ‘Ali bin Abi Thalib r.a. pernah berkata:
مَنْ لَمْ يَكُنْ عِنْدَهُ سُنَّةُ اللهِ وَسُنَّةُ رَسُوْلِهِ وَسُنَّةُ أَوْلِيَائِهِ فَلَيْسَ فِيْ يَدِهِ شَيْئٌ
“Bagi siapa yang tidak memiliki: 1) Sunnatullah 2) Sunnah Rasul-Nya; dan 3) Sunnah para wali-Nya,
Maka dia tidak punya kebaikan sedikit pun.” Ketika ‘Sayyidina Ali ditanya apa yang dimaksud dengan sunnatullah itu, naka beliau menjawab: “Menyembunyikan rahasia, “ Sayyidina Ali r.a. ditanya lagi: “Apa yang dimaksud dengan sunnah Rasul-Nya? Beliau menjawab: “Bersikap ramah kepada sesame manusia.” ‘
Sayyidina Ali r.a ditanya lagi: “Apa yang dimaksud dengan sunnah para wali itu? Beliau menjawab: “Sabar dalam menghadapi perlakuan yang menyakitkan hati.” Sayyidina ‘Ali r.a juga berkata:
وَ كَانُوْا مَنْ قَبْلَنَا يَتَوَاصَوْنَ بِثَلَاثِ خِصَالٍ وَيَتَكَاتَبُوْنَ بِهَا مَنْ عَمِلَ لَآخَرِتِهِ كَفَاهُ اللهُ أَمْرَ دِيْنِهِ وَدُنْيَاهُ وَمَنْ أَحْسَنَ سَرِيْرَتَهُ أَحْسَنَ اللهُ عَلَانِيَّتَهُ وَمَنْ أَصْلَحَ مَابَيْنَهُ وَبَيْنَ ال…

*HIKMAH TERONG BUSUK*

Alkisah ada dua kakak beradik anak seorang tukang kebun yg mempunyai karakter berbeda, mereka diberi pilihan oleh ayahnya.
Sang Ayah menyuguhkan dua buah terong kepada kedua anaknya. Satu terong muda dan segar, sedang yg satu lagi terong tua dan busuk.
Sang Kakak langsung buru-buru mengambil terong muda dan segar lalu menyantapnya hingga habis.
Sementara adiknya tak bisa memilih lagi, ia harus menerima terong tua dan busuk. Sang Adik mencoba merenungi keadaan ini. Ia selalu berpikir positif sambil berkata dalam hati; "ini pasti ada hikmahnya." Dipungutnya terong busuk itu dan ia pisahkan semua biji2nya lalu ia menanamnya.
Akhirnya biji2 terong itu tumbuh subur dan berbuah lebat hingga Sang Adik memiliki kebun terong yg luas. Sementara itu, si Kakak tidak memiliki apa-apa, bahkan kehidupannya kini ditanggung oleh adiknya. ********
Pesan Moral : Umumnya manusia itu senang kalo menerima sesuatu yg baik, perlakuan yg baik, pujian, sanjungan serta segala hal yg baik2 dan benci pada hal y…

Janganlah menganggap dirimu lebih suci dari yang lain

Siapa yang tidak kenal Abu Yazid Al-Bisthami, termasuk pemimpin kaum sufi dan wali. Namun siapa sangka beliau pernah mendapat ilmu yang sangat berharga dari seekor anjing. Seperti biasa, Abu Yazid suka berjalan sendiri di malam hari. Lalu ia melihat seekor anjing berjalan ke arahnya, anjingnya cuek aja jalan tdk menghiraukan sang Syech, namun ketika sdh lewat hampir dekat, Al-Bisthami mengangkat gamisnya kuatir tersentuh anjing yg najis itu. Spontan anjing itu berhenti dan memandangnya. Ntah bagaimana Abu Yazid spt mendengar anjing itu berkata padanya, "Tubuhku kering tdk akan menyebabkan najis padamu, kalau pun engkau merasa terkena najis, engkau tinggal basuh 7x dgn air & tanah, maka najis di tubuhmu itu akan hilang. Namun jika engkau mengangkat gamismu krn menganggap dirimu yg berbaju berbadan manusia lebih mulia, dan menganggap diriku yg berbadan anjing ini najis dan hina, maka najis yang menempel di hatimu itu tidak akan bersih walau kau basuh dengan 7 samudra". Ab…

ILMU SYAHADAH - TINGKATAN ILMU TERTINGGI ANUGERAH ALLAH

Ilmu syahadah adalah suatu ilmu yang paling tinggi didalam tingkatan pelajaran ilmu Allah yang dapat dikuasai oleh manusia. Ia merupakan martabat ilmu yang tertinggi. Ilmu ini adalah suatu ilmu makrifat dan syahadah secara sebenar-benar kepada Allah swt. Ilmu ini, Allah sendiri akan mengajar manusia mengenai diriNya. Dengan lain bisa dikatakan juga bahwa ilmu syahadah adalah ilmu untuk menyatakan diri Allah itu sendiri. Hanya orang-orang yang mencapai martabat ilmu ghaib yang paling tinggi saja yang dapat menguasai ilmu syahadah ini. Sedangkan Ilmu Ghaib dan Ilmu Syahadah tidak mungkin bisa dikuasai oleh orang-orang yang non muslim, ilmu ini hanya boleh dikuasai oleh orang Islam tapi mengapa orang Islam di zaman ini ketinggalan sekali disemua bidang ? pastilah ada penyebabnya………….!!!!! Hal ini tidak terlepas dari beberapa faktor penyebab kelemahan umat Islam di zaman ini untuk menguasai Ilmu Allah yang tinggi ini antara lain : 1. Jatuhnya beberapa kerajaan Islam termasyur di dunia mi…

SYAHADAT ORANG JAWA

Ketika Islam merasuk ke tanah Jawa secara massif pasca-kehancuran Majapahit, ada suatu proses penyesuaian ajaran untuk bisa diterima masyarakat Jawa yang sudah memiliki agama sendiri: ajaran Jawa Kuno dan Siwa Sogata. Dua ajaran tersebut meyakini bahwa segala sesuatu berada di dalam diri manusia, termasuk Allah dan Rasul Muhammad. Bagi orang Jawa, Allah adalah Sang Aku, Urip (Hidup), sesuatu yang susah dijelaskan di dalam diri manusia, yang “tan kena kinaya ngapa” (laysa kamitslihi syai’a). Aku dan Urip sejatinya sama, sehingga ajaran Kejawen membuat pernyataannya yang terkenal terkait itu: Aku Iki Urip (Aku Ini Hidup). Oleh orang Jawa, Rasul Muhammad dipahami sebagai Atma/Ruh. Atma/Ruh inilah rasul/utusan yang sebenarnya dari Allah/Aku/Urip. Atma/Ruh inilah yang membuat makhluk bisa tampak memiliki kehidupan dan beraktivitas. Oleh karenanya Atma/Ruh disebut Kang Nggawe Urip (yang membuat makhluk bisa beraktivitas). Bagi orang Jawa, Allah dan Rasul Muhammad tak bisa dipisahkan dan sej…

MAHADAYA CINTA DARI SYEKH ABDUL QADIR

Syekh Abdul Qador Al-Jailani mengatakan: “Betapa banyak Mukmin yang mengatakan, ‘Si Fulan didekatkan, aku dijauhkan. Si Fulan diberi, sedangkan aku tidak. Si Fulan diberi pujian, sedangkan aku dicela. Si Fulan dibenarkan, sedangkan aku didustakan.”
Tidakkah engkau mengetahui sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah satu. Sesungguhnya Dzat yang Satu itu mutlak bersifat Tunggal dan Esa dalam satu mahabbah-Nya, serta mencintai keesaan dalam Mencintai (mahabbah).
Apabila engkau diberi kedekatan melalui jalan orang lain, akan berkuranglah kecintaanmu kepada-Nya, dan engkau akan terpecah hatinya. Kadang-kadang dalam dirimu terdapat kecenderungan terhadap seseorang yang dalam genggamannya terdapat hubungan dan nikmat. Maka, akan semakin berkuranglah rasa cintamu kepada Allah Subhanahu wa Taala.
Dan, Allah adalah Dzat Yang Maha Pencemburu. Dia tak mau diduakan (disekutui). Maka, Allah akan mencegah dan menghalangi setiap orang selainmu untuk mempunyai hubungan denganmu, mencegah lisanmu, men…

EMPAT TINGKATAN MANUSIA

Syekh Abdul Qadir Al-Jailani qaddasallahu sirrahu mengatakan: "Terdapat empat jenis manusia: Pertama, manusia yang tak berlidah dan tak berhati. Mereka adalah manusia biasa, bodoh, dan hina. Mereka ini tak pernah ingat kepada Allah. Tak ada kebaikan dalam diri mereka. Mereka ini bagai sekam yang tak berbobot jika Allah tak mengasihi mereka, membimbing hati mereka kepada keimanan pada-Nya.
Karena itu, waspadalah jangan menjadi seperti mereka. Ini adalah manusia-manusia sengsara dan dimurkai oleh Allah. Mereka adalah penghuni neraka. Mari berlindung kepada Allah dari mereka.
Hiasilah dirimu dengan makrifat. Jadilah guru kebenaran, pembimbing ke jalan agama, menjadi pemimpin dan penyeru agama. Ingatlah, kau harus mengajak mereka taat kepada Allah dan memperingatkan mereka akan dosa.
Kedua, manusia berlidah, tapi tak berhati. Mereka berkata bijak, tapi tak berbuat bijak. Mereka menyeru orang kepada Allah SWT, tapi mereka sendiri menjauh dari-Nya. Mereka jijik terhadap noda orang lai…

PESONA DUNIA, JANGAN MELALAIKANMU!

Dalam kitab Nasha'ihul Ibad, Imam Nawawi Al-Bantani mengungkap sebuah syair: "Wahai orang yang sibuk dengan dunia sungguh ia telah tertipu oleh panjangnya angan-angan. Atau selalu berada dalam kelalaian hingga ajal datang kepadanya Kematian itu datang tanpa pemberitahuan Balasan amal perbuatan menanti di alam kubur. Bersabarlah dalam menghadapi kesusuahan dunia Sebab tidak ada kematian kecuali jika telah datang ajalnya."
Rasulullah SAW bersabda: مَنْ تَرَكَ الدُنْيَا أَمَرَّ مِنْ الصَبْرِ وَأَشَدُّمِنْ حَطْمِ السُيُوْفِ فِيْ سَبِيْلِ اللِه وَ لَا يَتْرُكُهَا أَحَدٌ إِلَّا أَعْطَاهُ اللهُ مِثْلَ مَا يُعْطِى الشُهَدَاءَ وَتَرَكُهَا قِلَّةُ الأَكْلِوَ الشِّبَعِ وَ بُغْضُ الثِنَاءِ مِنْ النَّاسِ فَإِنَّهُ مَنْ أحَبَّ الِثنَاءَ أَحَّبَ الدُنْيَا وَنَعِيْمَهَا وَ مَنْ سَرَّهُ النَعِيْمُ كُلُّ النَعِيْمِ فَلْيَدَعْ الدُنْيَا وَ الثِنَاءَ مِنْ النَّاسِ
"Menjauhi kesenangan duniawi lebih pahit rasanya daripada pahitnya bratawali dan lebih menyakitkan daripada sayatan pedang di medan …

PESAN HIKMAH SYEKH ABDUL QADIR JAILANI

Syekh Abdul Qadir Jailani bercerita: "Suatu ketika seorang laki-laki membeli seorang budak, dan budak itu kebetulan adalah salah seorang yang taat beragama dan saleh. “Wahai budak,” kata laki-laki itu kepadanya, “Kamu ingin makan apa?” “Apa pun yang Tuan berikan kepada saya maka akan saya makan.”
“Pakaian macam apa yang ingin kamu pakai?” “Apa pun yang Tuan berikan kepada saya untuk saya pakai.” “Di mana kamu ingin tinggal di dalam rumahku?” “Di tempat mana pun Tuan menempatkan saya.” “Pekerjaan apa yang kamu suka kerjakan?” “Apa pun yang Tuan perintahkan kepada saya untuk saya kerjakan.”
Laki-laki itu menangis dan berkata: “Alangkah besar berkah yang akan kuterima, seandainya aku bisa bersikap di sisi Tuhanku sebagaimana sikapmu terhadapku!”
“Wahai Tuanku,” kata si budak, “Apakah seorang hamba, di sisi tuannya, memiliki kehendak atau pilihan sendiri?”
Kemudian laki-laki itu berkata kepadanya: “Engkau adalah orang merdeka demi Allah, dan aku ingin agar engkau tinggal bersamaku, …

RENUNGAN MALAM PENERANG JIWA

Syekh Abdul Qadir Al-Jailani mengatakan: “Ketika kalbu bertindak sesuai dengan Kitabullah dan Sunnah Nabi., maka ia menjadi dekat kepada Rabb-nya. Dan, ketika ia telah dekat, maka ia akan memperoleh pengetahuan. Kini kalbu dapat membedakan mana yang benar-benar menjadi milik-Nya dan apa yang dituntut darinya; apa yang menjadi milik Allah dan apa yang menjadi milik selain-Nya; apa yang termasuk kebenaran (haqq) dan apa yang termasuk kebatilan. Sebab, seorang Mukmin dianugerahi cahaya yang dengannya dia bisa melihat, demikian pula halnya dengan sang penjuang kebenaran yang dekat dengan Allah (ash-shiddîq al-muqarrab).Orang Mukmin memiliki cahaya yang dengannya dia bisa melihat, dan itulah sebabnya Nabi SAW memperingatkan kita agar berhati-hati terhadap firasat orang Mukmin. Beliau bersabda, “Berati-hatilah terhadap firasat seorang Mukmin, sebab dia melihat dengan cahaya Allah.”Orang yang ʽarîf dan dekat (kepada Allah) juga diberi cahaya yang dengannya dia dapat melihat betapa dekatnya T…