Skip to main content

Posts

Showing posts from March, 2017

PENYEBAB HATI MENJADI GELAP DAN TERANG

اَرْبَعَةٌ مِنْ ظُلْمَةِ الْقَلْبِ : بَطْنٌ شَبْعَانُ مِنْ غَيْرِ مُبَالَا ةٍ وَصُحْبَهُ الظَّا لِمِيْنَ وَنِسْيَانُ الذُّ نُوْبِ الْمَا ضِيَةِ وَطُوْلُ الْاَ مَلِ وَاَرْبَعَةٌ مِنْ نُوْرِ الْقَلْبِ : بَطْنٌ جَا ئِعٌ مِنْ حَذَرٍ وَصُحْبَةُ الصَّا لِحِيْنَ وَحِفْظُ الذُّ نُوْبِ وَقَصْرُ الْاَمَلِ .
"Empat perkara yang dapat menyebabkan hati menjadi gelap, yaitu :  perut yang terlalu kenyang, berteman dengan orang yang dzhalim, melupakan dosa-dosa yang telah berlalu lamunan ngelantur (panjang angan-angan). 
Dan, empat perkara yang dapat menyebabkan hati menjadi bercahaya yaitu:  perut yang lapar (rajin puasa & berhati hati dari yg syubhat dan haram), berteman dengan orang yang shaleh, mengingat dan menyesali dosa dosa yang telah berlalu tidak terlalu banyak berangan-angan."
---Imam Nawawi Al-Bantani dalam kitab Nashaihul Ibad

RAHASIA SYUKUR PARA NABI

Menurut Imam Syibli, yang dimaksud dengan syukur adalah memerhatikan (Dzat) yang memberikan kenikmatan, bukan pada kenikmatan-Nya. Pendapat lain menyebutkan bahwa syukur adalah mengatur sesuatu yang telah ada dan mencari sesuatu yang belum ada.
Menurut Abu Utsman, yang dimaksud dengan syukurnya orang awam adalah orang yang bersyukur kepada orang yang memberikan makanan dan pakaian. Sedangkan yang dimaksud dengan syukurnya orang khawwas (orang khusus) adalah orang yang bersyukur kepada sesuatu yang mengandung arti di dalam hati.
Nabi Dawud a.s. pernah mengatakan, “Ya Tuhan, bagaimana aku bersyukur kepada-Mu, sedangkan syukurku kepada-Mu adalah (karena) kenikmatan dari-Mu?” Lalu, Allah menurunkan wahyu kepadanya; sekarang, engkau telah bersyukur kepada-Ku.”
Demikian juga yang terjadi pada Nabi Musa a.s. ketika bermunajat kepada Allah SWT, “Ya Tuhanku, Engkau telah menciptakan Nabi Adam dengan kekuasaan-Mu dan berbuat ini dan itu. Bagaimana tentang syukurku?” Maka, Allah berfirman, “Adam men…

HIDUP INI HANYA PINJAMAN

Syekh Abdul Qadir Al-Jailani mengatakan, “Engkau melakukan perbuatan penduduk neraka, tetapi engkau mengharapkan surga! Sungguh, kalian hanya mengharapkan sesuatu yang tak mungkin. Jangan tertipu dengan pinjaman yang kalian anggap sebagai hak milik. Ingatlah bahwa sebentar lagi pinjaman itu akan diambil. Allah meminjamkan kehidupan ini untuk kalian.agar dipergunakan sebaik-baiknya.di jalan ketaatan.
Namun, ironisnya, kalian menganggap pinjaman sebagai hak milik dan melakukan apa saja sesukamu. Demikian pula dengan kesejahteraan, kekayaan, keamanan, kemuliaan, dan segela kenikmatan yang ada pada diri kalian. Semua itu adalah pinjaman untuk kalian. Maka, jangan sia-siakan pinjaman itu, karena kelak kalian akan ditanyai dan dimintai pertanggungjawaban. Semua kenikmatan yanga pada kalian adalah dari Allah SWT. Karena itu, pergunakanlah semuanya di jalan ketaantan.”
--Syekh Abdul Qadir Al-Jailani dalam Fath Ar-Rabbani

APAKAH IBADAH KITA BEBAS DARI NAFSU?

Syekh Ibnu Atha'illah menjelaskan: "Ibadah yang disertai dengan hawa nafsu memang akan terasa ringan dikerjakan, sedangkan ibadah yang tidak disertai hawa nafsu menjadi sangat berat. Begitu beratnya ibadah yang dikerjakan tanpa dilihat orang. Sebaliknya, begitu ringannya ibadah yang dilakukan saat dilihat, dipuji, dan disanjung oleh orang.

Contoh yang paling mudah dan jelas dilihat adalah ketika engkau mengerjakan haji sunnah (setelah melaksanakan yang wajib) sekian puluh kali. Tapi, itu tak akan memberatkanmu. Namun, kalau ada yang menganjurkanmu untuk bersedekah sebanyak ongkos haji tersebut kepada orang-orang fakir dan miskin atau untuk pembangunan masjid, kau menjadi bakhil dan merasa sangat berat melakukannya. Mengapa? Sebab, haji disaksikan dan diketahui banyak orang. Disinilah hawa nafsu kau bermain. Karena sering berhaji, kau bisa menjadi orang yang terkenal. 
Sedangkan bersedekah adalah perbuatan rahasia dan tak diketahui banyak orang, sehingga tak ada yang bisa membang…

RINDU KEINTIMAN SPIRITUAL BERSAMA ALLAH

Imam Al-Ghazali mengatakan, “Ketahuilah bahwa perasaan damai, takut, dan rindu merupakan dampak dari perasaan cinta. Namun, kadar yang dirasakannya tidak permanen, tergantung pada tingkat ketajaman pandangan dan tingkat kepekaan perasaan yang menguasai sang pecinta.

Jika apa yang terjadi pada sang pecinta adalah sebuah penyaksian dari balik tabir hingga mencapai keindahan puncak dan ia merasa tak mampu lagi untuk menyaksikan lebih jauh hakikat keagungan tersebut, maka hatinya menjadi cemas, berkobar, dan bergerak bangkit untuk terus memburu. Keadaan cemas seperti itulah yang disebut syawq (kerinduan). Sungguh kerinduan adalah sesuatu yang gaib.
Jika ia dikuasi oleh perasaan tentram dan bahagia luar biasa, karena berdekatan (bersama Allah) dan berhasil menyaksikan kehadiran-Nya melalui tersingkapnya tabir antara Dia dan dirinya, lalu pandangannya juga terfokus pada penyaksian keindahan yang hadir terungkap di hadapannya, tanpa menoleh kepada keindahan lain yang belum diketahui, maka ha…

ANTARA TAAT, YAKIN DAN MAKRIFATULLAH

Menurut Imam Al-Ghazali, ketaatan adalah menunaikan kewajiban-kewajiban Allah SWT, menjauhi larangan-larangan-Nya dan berdiri di batas-batas yang telah ditetapkan-Nya.

Menurut beliau, sumber dari ketaatan adalah makrifatullah, takut kepada-Nya, berharap kepada-Nya, dan selalu bermuhasabah karena-Nya. Oleh sebab itu, jika seorang hamba tidak memiliki sama sekali sikap-sikap ini, maka dia tidak akan mungkin menemukan esensi keimanan.
Sebab, ketaatan tidak dianggap sah kecuali setelah mengenal makrifatullah, beriman kepada kewujudan Allah, sebagai Sang Maha Pencipta dan Maha Mengetahui, Maha Berkuasa, dimana tidak ada satu ilmu pun yang mampu mencakup atau menggambarkan-Nya, dan Dia tidak seperti apa pun. Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat. Seorang Arab Badui pernah bertanya kepada Muhammad bin Ali bin Husein r.a.: “Apakah engkau melihat Allah SWT, ketika kau menyembah-Nya?” Beliau menjawab, “Aku tidak pernah menyembah kepada yang tidak dapat aku lihat.” “Bagaimana engkau melihat-Nya?” …

BELAJAR ILMU TAUHID KAUM SUFI

Imam Al-Wasithi suatu saat ditanya tentang arti kufur kepada Allah atau karena Allah. Ia menjawab bahwa kufur dan iman, dunia dan akhirat adalah dari, menuju, dengan, dan bagi Allah. Dari Allah segala permulaan dan pertumbuhan, kepada-Nya tempat kembali dan berakhir, bersama-Nya sesuatu yang tetap dan yang lenyap, dan bagi-Nya semua makhluk, baik sebagai kerajaan maupun ciptaan. Al-Junaid mengatakan, ada seorang ulama ditanya tentang tauhid, dia menjawab, “Keyakinan”. Penanya itu minta penjelasan lagi, lalu dijawab oleh beliau, “Yakni, keyakinanmu bahwa semua gerak dan diamnya makhluk merupakan perbuatan Allah semata, tak ada yang menandingi-Nya. Karena itu, jika kamu berbuat demikian, berarti kamu benar-benar telah meng-Esakan-Nya,”Pernah seseorang datang dan meminta Dzun Nun al-Mishri, seseorang ulama sufi Mesir untuk mendoakannya, “Doakan aku,” katanya. Kemudian dijawab, “ Jika engkau diteguhkan dalam persoalan gaib dengan tauhid yang benar, maka do’a pasti terkabulkan. Jika tidak,…

RAHASIA LISAN DAN HATI PARA WALI

Syekh Abdul Qadir Al-Jailani mengatakan: “Bersungguh-sungguhlah engkau dalam meraih derajat makrifatullah, karena engkau akan menyelam bersama-Nya, kokoh dengan keteguhan diri menuju kepada Allah, serta dengan ilmu-Nya engkau menuju kepada-Nya.
Perkataanmu adalah cermin hatimu. Lisanmu adalah penerjemah hatimu. Jika hati seseorang bercampur-baur banyak perkara, maka dia kadang berkata benar dan kadang berkata salah. Dia tidak dapat mengubah apa yang tersembunyi dalam hati. Jika hati seseorang telah terbebas dari syirik, maka lisannya akan lurus dan benar. Jika dia bersekutu dan mengikuti sifat makhluk, maka dia dapat berubah, terpeleset dan berdusta. 
Karena itu, di antara para pembicara, ada orang-orang yang berbicara dari hatinya, ada pula yang berbicara dari rahasianya, dan bahkan ada yang berbicara dari hawa nafsu, setan dan kebiasaan buruknya.
Jika engkau mencintai atau membenci seseorang, janganlah cinta dan bencimu berlandaskan hawa nafsu dari tabiat burukmu, tapi ukurlah denga…

BELAJAR MAKNA TAWAKAL DARI PEMULUNG

Jangan coba mengajarkan makna tawakal kepada para pemulung, tukang batu, penggali tanah dan pekerja keras lainnya, sebab setiap saat mereka telah membanting tulang, mengais rezeki dengan keringat, panas dan airmata. Panas matahari sama sekali tak membuatnya terbakar. Bahkan mereka tak paham dengan suhu udara telah mencapai 37 °c. Teriknya hanya mampu menimbulkan keringat, tapi tak mengeringkan hatinya untuk berusaha. Bau busuk, serbuan lalat, kecoak, tikus dan segala macam bakteri jahat tak membuatnya gentar. 
Mereka memahami peran hidup yang sedang dijalaninya. Mereka hanya berusaha keras mencari rezeki, selebihnya urusan Allah jalan penerimaan rezekinya. Hal yang perlu mereka ketahui hanya rujukan dasar syariat dan makna hakikat yang telah mereka capai dan yang belum mereka jalankan, tujuannya agar mereka mampu berjalan pada jalan Ilahi yang lebih indah.
Rasulullah SAW bersabda, “Sungguh, seandainya kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenarnya, niscaya kalian diberi rezeki sebag…

PEMBAGIAN REZEKI DAN RAHASIA TAWAKAL

Menurut Imam Al-Ghazali, tawakal itu digunakan dalam tiga tempat: 1) Tawakal kepada keputusan Allah. Maksudnya, engkau harus memiliki keyakinan penuh dan merasa puas dengan keputusan apa pun dari Allah. Hukum Allah tak akan berubah, seperti yang tercantum dalam Al-Quran dan hadis. 2) Tawakal kepada pertolongan Allah. Engkau harus bersandar dan percaya penuh pada pertolongan Allah Azza wa Jalla. Jika engkau menyandarkan diri pada pertolongan Allah dalam dakwah dan perjuangan bagi agama Allah, maka Allah pasti akan menolongmu. 3) Tawakal berkaitan dengan pembagian rezeki yang diberikan oleh Allah. Engkau harus yakin bahwa Allah Azza wa Jalla akan mencukup nafkah dan keperluan kita sehari-hari.
Rasulullah SAW bersabda, “JIka kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya tawakal kepada-Nya, niscaya Dia akan memberimu rezeki sebagaimana Dia memberi rezeki kepada burung. Burung itu keluar dari sarangnya di pagi hari dalam keadaan perut yang kosong dan pulang di sore hari dalam kea…

Sembuhkan Penyakit dengan Sedekah!

Banyak bukti mengenai sedekah yang dapat menyembuhkan penyakit. Contohnya yang dialami oleh Rika seorang ibu yang menderita penyakit kanker. Ia bingung karena untuk mengobati penyakitnya itu dibutuhkan uang yang banyak, sedangkan ia hanya seorang guru honorer di sebuah sekolah di Sukabumi. Uang tabungannya hanya tinggal Rp.2.500.000. Dua juta lima ratus ribu rupiah Rika orang yang rajin beribadah. Tahajud tak pernah ditinggalkan. Suatu malam, ia bermimpi bertemu dengan seorang ulama. Dalam mimpinya itu ulama tersebut menyarankan agar dia bersedekah. Esoknya, ia bingung. Apakah akan mengikuti perintah dalam mimpi tersebut atau tidak, sedangkan uangnya untuk berobat, itupun masih banyak kurangan. Akhirnya, ia memutuskan, separuh uangnya disedekahkan ke anak yatim. Setelah ia berkonsultasi dengan seorang ustad. Ia disarankan, ikutilah mimpi tersebut, karena bila kamu sakit, bersedekahlah. Bila sudah bersedekah dan belum juga sembuh, perbanyaklah lagi sedekahnya. Tunggulah, Allah SWT sed…

"KARAMAH SAYYIDAH FATHIMAH AZ ZAHRA"

Ketika siti Aisyah Datang ke Rumah siti Fathimah, ia Menyaksikan siti Fathimah sedang Mengaduk Bubur Campuran Gandum, Susu & Daging di dalam Panci dengan jari-jari Tangannya…!! Siti Aisyah Terkejut Karena Panci itu berada di atas Api yang Sedang Menyala. Lalu siti Aisyah Keluar dalam Kondisi Ketakutan Menemui Ayahnya (sayidina Abu Bakar).. Kata siti Aisyah, “Wahai Ayah..!! Aku Menyaksikan hal yang Sangat Menakjubkan dari siti Fathimah..Ku lihat Ia Sedang Memasak di Panci dan Panci itu Berada di atas Api yang Sedang Menyala, namun ia Mengaduk-aduk Apa yg Ada di dalam Panci itu dengan Tangannya.” Sayidina Abubakar berkata Kepada siti Aisyah: “Wahai Putri ku..!! Sembunyikan ini Karena ini adalah Perkara Besar.”
Persoalan ini sampai kepada Rasulullah saw, lalu Beliau SAW naik Mimbar, Kemudian Beliau SAW Memuji ALLAH dan Bersabda : “Sesungguhnya Manusia Menganggap Besar dan Agung apa yg Mereka Bicarakan tentang Peristiwa Panci & Api tersebut..Demi Dia [Allah] yang Mengutusku dg Risa…

Mengembara ke alam jin

Jin memang wujud. Orang Islam wajib percaya akan wujudnya makhluk jin karena ia disebut di dalam Al Quran. Firman Allah: Maksudnya; "Tidak Aku jadikan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepada Aku". (Az-Zaariat:56) Tuhan ada berfirman bahwa alam yang diciptaNya ada dua bentuk. Ada alam ghaib dan ada alam nyata atau alam syahadah. Alam nyata ialah alam yang mata lahir dapat nampak. Alam ghaib, mata lahir tidak dapat nampak tetapi dapat dirasakan oleh hati. Merasakan wujudnya alam ghaib dengan hati ada dua peringkat. Pertama, terasa akan adanya alam ghaib itu. Yaitu yakin dan percaya tentang alam ghaib semata-mata berdasarkan rasa saja. Tidaklah sampai dapat melihat seperti mata lahir . Peringkat kedua ialah hati dapat melihat seperti mana mata lahir melihat. Bukan sebatas rasa saja tetapi mata bathin dapat melihat seperti mana mata lahir melihat. Yakni betul-betul nampak. Bila dikatakan alam ghaib, ia tidak termasuk Tuhan. Tuhan juga ghaib tetapi Tuhan bukan alam. Tuh…

Keris Dalam Perut Kyai Hamid (Kisah Ke-Wali-an Kyai Hamid Pasuruan ketika disantet orang)

Banyak orang yang mengenal Kyai Hamid dari segi kewaliannya, kezuhudannya, kewara’annya, kekaromahannya, dan lain sebagainya. Akan tetapi semua itu tak luput dari dua sifat yang khas dari beliau yaitu kesabaran dan ketawadhu’an, yang memang menjadi sifat keseharian kyai kelahiran lasem tersebut. Waktu Kyai Hamid masih terbilang baru di kota Pasuruan, kehidupan beliau tidak secara tiba-tiba disegani, dihormati, dan dicintai oleh masyarakat. Banyak sekali orang yang hasud kepada putra Kyai Abdulloh ini, akan tetapi, itu semua tidak pernah diambil pusing oleh beliau. Sifat sabar dan penuh tawakal itulah yang selalu beliau pakai untuk menghadapi semua itu.
Pernah pada suatu ketika, kyai hamid memanggil KH. Abdurrohman yang masih adik ipar beliau sendiri, ke dalamnya. Setelah masuk, Kyai Abdurrohman ini langsung duduk di depan Kyai Hamid yang sedang duduk di atas tempat tidurnya,
“Man…kowe arep tak kei weroh… tapi kowe … ojo ngomong nang sopo-sopo yo!” (Man… kamu mau aku beri tahu, tapi kamu…