Skip to main content

Belajar ikhlas dari Si Samin


Belajar ikhlas dari Si Samin
Parjo : Kamu memberi uang kepada Joyo?
Samin : Iya.
Parjo : Kamu ditipu, Joyo itu kaya.
Samin : Menipu itu bukan urusanku. Itu urusan Joyo dengan Tuhannya.
Parjo : Lho sandalmu mana Mas, kok nggak pakai alas kaki?
Samin : Hilang.
Parjo : Tidak kamu cari siapa yang mencuri?
Samin : Tidak, aku dahulu lahir juga tidak pakai sandal.
Parjo : Mas, kamu digosipin oleh Joyo.
Samin : Biar saja.
Parjo : Kamu tidak marah?
Samin : Lha sekarang kamu menggosipkan Joyo, Joyonya tidak marah.
Parjo : Mas, ayammu dimakan anjingnya Joyo.
Samin : Ya, biarlah.
Parjo : Kok kamu biasa saja, tidak minta ganti?
Samin : Saya malah terkejut kalau ayam saya yang makan anjingnya Joyo.
Parjo : Mas, sudah makan?
Samin : Belum.
Parjo : Kemarilah, saya kasih uang.
Samin : Tidak mau, saya tidak doyan uang. Makan saja sendiri kalau kamu doyan uang.
Parjo : Mas, tanamanmu rusak dimakan kambingnya Joyo.
Samin : Biar. Untung doyannya tanaman, kalau kambingnya Joyo doyan papan, rumahku
yang dimakan.
Parjo : Mas, kamu dari tadi jalan ke utara ke selatan tidak jelas.
Samin : Lha ya itu. Kalau jelas, pasti aku jalan ke utara saja atau ke selatan saja.
Parjo : Mas, kok jalan kaki? Lembu yang biasa kamu naiki di mana?
Samin : Hilang.
Parjo : Kok malah ketawa-ketawa?
Samin : Lha untungnya diambil pas tidak aku naiki, kalau pas aku naiki, aku ikut hilang.
Parjo : Bayaran kamu lebih sedikit dari Joyo mas?
Samin : Biarin saja.
Parjo : Kan nggak adil?
Samin : Adil itu tak harus sama, kamu saya kasih bekatul makan sama seperti ayam juga ga mau...
Parjo : Mas buah manggamu dicuri orang?
Samin : Biarin..
Parjo : Kok biarin ??
Samin : Kamu kok kepo sih? Buahnya dimakan kelelawar saja aku cuek...
Parjo : Katanya kemarin kecurian ya mas ?
Samin : Iya
Parjo : Kok iya berarti udah tahu dong?
Samin : Tahu tapi aku pusing karena malu tidak punya barang berharga yang bisa dicuri...
*Siapa yang pola pikirnya seperti Samin hidupnya akan tenang dan tentram, tidak suka menyalahkan orang lain*

Comments

Popular posts from this blog

ILMU SYAHADAH - TINGKATAN ILMU TERTINGGI ANUGERAH ALLAH

Ilmu syahadah adalah suatu ilmu yang paling tinggi didalam tingkatan pelajaran ilmu Allah yang dapat dikuasai oleh manusia. Ia merupakan martabat ilmu yang tertinggi. Ilmu ini adalah suatu ilmu makrifat dan syahadah secara sebenar-benar kepada Allah swt. Ilmu ini, Allah sendiri akan mengajar manusia mengenai diriNya. Dengan lain bisa dikatakan juga bahwa ilmu syahadah adalah ilmu untuk menyatakan diri Allah itu sendiri. Hanya orang-orang yang mencapai martabat ilmu ghaib yang paling tinggi saja yang dapat menguasai ilmu syahadah ini. Sedangkan Ilmu Ghaib dan Ilmu Syahadah tidak mungkin bisa dikuasai oleh orang-orang yang non muslim, ilmu ini hanya boleh dikuasai oleh orang Islam tapi mengapa orang Islam di zaman ini ketinggalan sekali disemua bidang ? pastilah ada penyebabnya………….!!!!! Hal ini tidak terlepas dari beberapa faktor penyebab kelemahan umat Islam di zaman ini untuk menguasai Ilmu Allah yang tinggi ini antara lain : 1. Jatuhnya beberapa kerajaan Islam termasyur di dunia mi…

MUNCULNYA WAHYU KEPRABON TANAH JAWA

MUNCULNYA WAHYU KEPRABON TANAH JAWA Apabila gunung Agung bali Meletus memiliki arti munculnya wahyu Suryo Mojopahit kembali ke tanah jowo. Wahyu pamor tanah jawa yg tlah lama bersemayam di titipkan di Gunung Agung Bali oleh Sang Trah Mojopahit,tanah Jawa kini tlah kembali ke tanaah asal pertanda akan di mulai jaman baru. Wahyu keprabon akan turun ke masyarakat jelata yg gemar akan lelaku lelono laladan sepi mendekatkan diri kepada alam yg terdiri dari beberapa komponen bumi, Api, air dan udara menjadi satu kesatuan utuh Dzat tak kasat mata yg berbentuk cahaya, partikel-partikel ini bisa di serap oleh.manusia yg lelaku.topo broto talak broto sepi howo. Nusantara kita akan mengalami babak baru piwulang becik ketitik olo ketoro ibarat orang pinjam harus memgembalikan, hutang budi ngembalikan budi, hutang wirang nyaur wirang, hutang nyowo nyaur nyowo dll semua sudah takdire Gusti kang murbeng Dumadi yo iku Gusti ALLOH SWT, tak satu orang pun bisa mencegahnya karena semua itu kehendak Sang…

SYAHADAT ORANG JAWA

Ketika Islam merasuk ke tanah Jawa secara massif pasca-kehancuran Majapahit, ada suatu proses penyesuaian ajaran untuk bisa diterima masyarakat Jawa yang sudah memiliki agama sendiri: ajaran Jawa Kuno dan Siwa Sogata. Dua ajaran tersebut meyakini bahwa segala sesuatu berada di dalam diri manusia, termasuk Allah dan Rasul Muhammad. Bagi orang Jawa, Allah adalah Sang Aku, Urip (Hidup), sesuatu yang susah dijelaskan di dalam diri manusia, yang “tan kena kinaya ngapa” (laysa kamitslihi syai’a). Aku dan Urip sejatinya sama, sehingga ajaran Kejawen membuat pernyataannya yang terkenal terkait itu: Aku Iki Urip (Aku Ini Hidup). Oleh orang Jawa, Rasul Muhammad dipahami sebagai Atma/Ruh. Atma/Ruh inilah rasul/utusan yang sebenarnya dari Allah/Aku/Urip. Atma/Ruh inilah yang membuat makhluk bisa tampak memiliki kehidupan dan beraktivitas. Oleh karenanya Atma/Ruh disebut Kang Nggawe Urip (yang membuat makhluk bisa beraktivitas). Bagi orang Jawa, Allah dan Rasul Muhammad tak bisa dipisahkan dan sej…