Skip to main content

Posts

PESONA DUNIA, JANGAN MELALAIKANMU!

Dalam kitab Nasha'ihul Ibad, Imam Nawawi Al-Bantani mengungkap sebuah syair: "Wahai orang yang sibuk dengan dunia sungguh ia telah tertipu oleh panjangnya angan-angan. Atau selalu berada dalam kelalaian hingga ajal datang kepadanya Kematian itu datang tanpa pemberitahuan Balasan amal perbuatan menanti di alam kubur. Bersabarlah dalam menghadapi kesusuahan dunia Sebab tidak ada kematian kecuali jika telah datang ajalnya."
Rasulullah SAW bersabda: مَنْ تَرَكَ الدُنْيَا أَمَرَّ مِنْ الصَبْرِ وَأَشَدُّمِنْ حَطْمِ السُيُوْفِ فِيْ سَبِيْلِ اللِه وَ لَا يَتْرُكُهَا أَحَدٌ إِلَّا أَعْطَاهُ اللهُ مِثْلَ مَا يُعْطِى الشُهَدَاءَ وَتَرَكُهَا قِلَّةُ الأَكْلِوَ الشِّبَعِ وَ بُغْضُ الثِنَاءِ مِنْ النَّاسِ فَإِنَّهُ مَنْ أحَبَّ الِثنَاءَ أَحَّبَ الدُنْيَا وَنَعِيْمَهَا وَ مَنْ سَرَّهُ النَعِيْمُ كُلُّ النَعِيْمِ فَلْيَدَعْ الدُنْيَا وَ الثِنَاءَ مِنْ النَّاسِ
"Menjauhi kesenangan duniawi lebih pahit rasanya daripada pahitnya bratawali dan lebih menyakitkan daripada sayatan pedang di medan …

PESAN HIKMAH SYEKH ABDUL QADIR JAILANI

Syekh Abdul Qadir Jailani bercerita: "Suatu ketika seorang laki-laki membeli seorang budak, dan budak itu kebetulan adalah salah seorang yang taat beragama dan saleh. “Wahai budak,” kata laki-laki itu kepadanya, “Kamu ingin makan apa?” “Apa pun yang Tuan berikan kepada saya maka akan saya makan.”
“Pakaian macam apa yang ingin kamu pakai?” “Apa pun yang Tuan berikan kepada saya untuk saya pakai.” “Di mana kamu ingin tinggal di dalam rumahku?” “Di tempat mana pun Tuan menempatkan saya.” “Pekerjaan apa yang kamu suka kerjakan?” “Apa pun yang Tuan perintahkan kepada saya untuk saya kerjakan.”
Laki-laki itu menangis dan berkata: “Alangkah besar berkah yang akan kuterima, seandainya aku bisa bersikap di sisi Tuhanku sebagaimana sikapmu terhadapku!”
“Wahai Tuanku,” kata si budak, “Apakah seorang hamba, di sisi tuannya, memiliki kehendak atau pilihan sendiri?”
Kemudian laki-laki itu berkata kepadanya: “Engkau adalah orang merdeka demi Allah, dan aku ingin agar engkau tinggal bersamaku, …

RENUNGAN MALAM PENERANG JIWA

Syekh Abdul Qadir Al-Jailani mengatakan: “Ketika kalbu bertindak sesuai dengan Kitabullah dan Sunnah Nabi., maka ia menjadi dekat kepada Rabb-nya. Dan, ketika ia telah dekat, maka ia akan memperoleh pengetahuan. Kini kalbu dapat membedakan mana yang benar-benar menjadi milik-Nya dan apa yang dituntut darinya; apa yang menjadi milik Allah dan apa yang menjadi milik selain-Nya; apa yang termasuk kebenaran (haqq) dan apa yang termasuk kebatilan. Sebab, seorang Mukmin dianugerahi cahaya yang dengannya dia bisa melihat, demikian pula halnya dengan sang penjuang kebenaran yang dekat dengan Allah (ash-shiddîq al-muqarrab).Orang Mukmin memiliki cahaya yang dengannya dia bisa melihat, dan itulah sebabnya Nabi SAW memperingatkan kita agar berhati-hati terhadap firasat orang Mukmin. Beliau bersabda, “Berati-hatilah terhadap firasat seorang Mukmin, sebab dia melihat dengan cahaya Allah.”Orang yang ʽarîf dan dekat (kepada Allah) juga diberi cahaya yang dengannya dia dapat melihat betapa dekatnya T…

DAN BILA TOBAT, SYUKUR & SABAR SAMPAI KEPADANYA

Syekh Abdul Qadir Al-Jailani mengatakan: “Seharusnya kesibukan seorang Mukmin itu dengan berdzikir mengingat Allah, kembali kepada-Nya, mengingat dosa-dosanya, memohon ampunan-Nya, dan mencela nafsunya sendiri. Ketika selesai mengerjakan semua itu, ia akan kembali kepada qadha dan qadar Tuhannya. Lalu ia berkata,”Ini adalah qadha dan qadar-Nya. Dan, ini sudah ditetapkan Allah untukku.”
Dia akan menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah di dalam kalbunyaa, bukan lisannya saja. Ketika berada dalam keadaan seperti ini dengan kedua mata tertutup, ia akan mendapati dinding itu hilang. Pada saat ia membuka kedua matanya, pintu dinding itu terbuka, segala bahaya berubah menjadi nikmat, tempat yang sempit menjadi lapang, kesakitan menjadi keselamatan, dan kehancuran menjadi istana.
Semua itu menjadi bukti kebenaran firman Allah SWT, “Barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangka..” (QS Ath-Thalaq […

SUCIKAN KALBU DARI NODA DOSA!

“ Keadaan kalbu bagaikan atap rumah. Jika engkau menyalakan api di dalam rumah, asapnya akan membumbung ke atap dan membuatnya hitam. Seperti itu pulalah api syahwat. Ketika api syahwat berkobar dalam tubuh, asap-asap dosa akan naik ke kalbu dan menghitamkannya.”
-- Syekh Ibnu Atha’illah dalam kitab Taj Al-‘Arus
Muhammad Najdat menjelaskan, amal kebaikan akan melahirkan cahaya dalam kalbu, menjadi kekuatan pada tubuh, menjadi sinar pada wajah, kelapangan rezeki, serta kecintaan di hati makhluk. Sebaliknya, amal keburukan akan melahirkan kegelapan dalam kalbu, menjadi suram pada wajah, kelemahan badan, merasa kurang dalam urusan rezeki, serta mendapat kebencian di hati makhluk.
Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan Ahmad disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Jika seorang Mukmin berbuat dosa, terdapat goresan hitam di kalbunya. Jika bertobat, sadar dan meminta ampunan, maka kalbunya akan menjadi bersih. Namun, jika dosanya bertambah, maka bertambah pulalah goresan tersebut…

3 JENIS MANUSIA MENURUT IMAM AL-GHAZALI

Imam Al-Ghazali mengatakan: “Ketahuilah, sungguh, orang yang tenggelam dalam urusan duniawi yang penuh dengan tipu daya, dan mencintai kesenangan-kesenangannya, pasti kalbunya akan lalai untuk mengingat kematian. Akibatnya, jika diingatkan tentang kematian, ia justru tidak suka, bahkan membencinya.
Mereka ini, persis seperti orang yang disindir dalam Al-Qur’an: ”Katakanlah: ‘Sesungguhnya maut yang kalian lari darinya pasti akan menjumpai kalian, lalu kalian semua akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Maha Mengetahui segala yang gaib dan nyata. Kemudian, Dia akan memberitahukan kepada kalian apa-apa yang kalian lakukan.” (QS Al-Jumuah: 8).
Manusia pada dasarnya terbagi menjadi 3 golongan, yakni: orang yang tenggelam dalam urusan duniawi, orang yang bertobat, dan orang yang telah mencapai maqam ‘arif.
Pertama: Orang yang tenggelam dalam urusan duniawi tidak akan ingat tentang kematian. Dan, kalaupun dia mengingatnya, pasti ia lakukan sambil mengingat dunianya. Ini akan membuatnya semakin ja…

JADIKAN DUNIA SEBAGAI BUDAKMU!

Syekh Ibnu ‘Arabi mengatakan: “Wahai penguasa hawa nafsu, peliharalah hawa nafsumu agar tetap bersih dari cinta kepada dunia ini, dan bebaskan ia dari kebergantungan terhadap dunia. Dengan demikian, hawa nafsumu akan mengerjakan hal-hal yang bermanfaat dan setia kepada kerajaan kalbumu, serta tidak akan menentangmu.
Ingatlah, Tuhan telah menjadikanmu sebagai khalifah-Nya dan menempatkanmu pada tingkatan Ilahiah di dunia ini, serta mengajarkan tentang kewajibanmu kepada dirimu sendiri. 
Kalian berdua ini, yakni engkau dan dunia, saling berhubungan satu sama lain, Ketika Dia menilaimu lebih utama daripada yang lain, maka sebenarnya Dia telah menunjukkan rasa benci-Nya kepada dunia, tidak pernah menatap wajahnya kecuali satu kali saat Dia menciptaknnya. Ingatlah bahwa Rasulullah pernah bersabda, “Dunia ini dilaknat Allah, demikian pula orang-orang di atasnya yang telah melupakan-Nya.”
Bagaimana mungkin dunia ini menjadi indah dengan berdampingan denganmu yang telah diciptakan Allah sebagai …